Showing posts with label self-talk. Show all posts
Showing posts with label self-talk. Show all posts

Invert, Always Invert


Kemarin aku mendapati kalimat yang menarik. Kalimat itu adalah Invert, Always Invert. Yang dalam bahasa indonesia berarti “Balikkan, Selalu Balikkan”



Konsep ini berakar dari pemikiran matematikawan Jerman, Carl Jacobi, “Man muss immer umkehren” (Balikkan, selalu balikkan).



Ini adalah sebuah strategi berpikir terbalik yang disampaikan oleh Charlie Munger. Charlie Munger itu adalah sosok investor legendaris yang juga merupakan partner setia Warren Buffet di Berkshire Hathaway.



Strategi berpikir ini fokus pada bagaimana cara menghindari kegagalan. Tidak fokus pada cara mencapai kesuksesan. Fokus pada menghindari kesalahan fatal. Tidak fokus pada mencari ide paling jenius. Charlie Munger meyakini, “lebih baik menghindari kebodohan daripada berusaha menjadi paling pintar.”



Dalam dunia investasi jika aku menerapkan strategi berpikir ini aku akan bertanya:
“Perusahan seperti apa yang kemungkinan besar akan bangkrut?”
“Kesalahan apa yang bisa menghancurkan portfolioku?”



Sementara itu, umumnya orang akan bertanya:
“Saham apa yang akan jadi pemenang di masa depan?”



Dengan mengenali hal-hal yang harus dihindari, investor bisa lebih selamat di pasar.



Seperti kata pepatah Buffet yang terkenal yang harus aku ingat adalah:
“Aturan no.1: Jangan pernah kehilangan uang.
Aturan no.2: Jangan pernah lupakan aturan no.1” 

 

📌 Kadang kunci sukses bukanlah menemukan jalan yang paling cerdas, tapi cukup dengan menghindari kebodohan yang jelas berbahaya.

Selesai Dengan Diriku Sendiri

 

Aku ingin menjadi orang yang sudah selesai dengan diriku sendiri.

Aku tidak lagi berusaha menjadi lebih hebat dari orang lain.

 Aku hanya berusaha menjadi seseorang yang lebih baik dari diriku yang kemarin.

1. Tidak Sibuk Membuktikan Apapun
Aku tidak lagi hidup untuk validasi
✔️ Tidak semua pencapaian harus dibagikan di sosial media.
✔️ Tidak semua kemenangan harus diumumkan.
✔️ Karena nilai diri tidak bergantung pada tepuk tangan orang lain.

2. Tidak Terganggu Saat Diremehkan
Aku harus sadar pendapat orang lain itu belum tentu fakta.
Aku harus menyadari jika aku mengenal diriku dengan baik tidak akan mudah goyah oleh penilaian orang lain.

3. Bisa Ikut Senang Melihat Orang Lain Berhasil
Aku tidak perlu merasa tersaingi karena hidup bukan perlombaan
Kesuksesan orang lain tidak mengurangi kesempatan siapapun.

4. Tidak Merasa Harus Menang Di Setiap Perdebatan
Aku harus menanamkan pada diriku bahwa kedamaian itu lebih berharga daripada menjadi benar.
Aku harus menanamkan pada diriku bahwa diam bukan kalah, kadang diam adalah bentuk kedewasaan.

5. Berani Mengakui Kesalahan
Jika aku adalah orang yang sudah selesai dengan diriku sendiri seharusnya aku tidak perlu takut terlihat tidak sempurna.
Ego berkata: "Aku harus selalu benar."
Kedewasaan berkata: "Aku bisa belajar dari hal tersebut."

6. Tidak Membandingkan Titik Hidup Orang Lain.
Sudah seharusnya aku fokus pada perjalanan hidupku sendiri, karena setiap orang memiliki waktu dan jalurnya masing-masing.

Semakin dewasa, seharusnya semakin sederhana.
Tidak haus pujian.
Tidak haus perhatian.
Tidak haus pengakuan.

Yang kucari bukanlah gengsi, tapi ketenangan.