Invert, Always Invert


Kemarin aku mendapati kalimat yang menarik. Kalimat itu adalah Invert, Always Invert. Yang dalam bahasa indonesia berarti “Balikkan, Selalu Balikkan



Konsep ini berakar dari pemikiran matematikawan Jerman, Carl Jacobi, “Man muss immer umkehren” (Balikkan, selalu balikkan).



Ini adalah sebuah strategi berpikir terbalik yang disampaikan oleh Charlie Munger. Charlie Munger itu adalah sosok investor legendaris yang juga merupakan partner setia Warren Buffet di Berkshire Hathaway.



Strategi berpikir ini fokus pada bagaimana cara menghindari kegagalan. Tidak fokus pada cara mencapai kesuksesan. Fokus pada menghindari kesalahan fatal. Tidak fokus pada mencari ide paling jenius. Charlie Munger meyakini, “lebih baik menghindari kebodohan daripada berusaha menjadi paling pintar.”



Dalam dunia investasi jika aku menerapkan strategi berpikir ini aku akan bertanya:
“Perusahan seperti apa yang kemungkinan besar akan bangkrut?”
“Kesalahan apa yang bisa menghancurkan portfolioku?”



Sementara itu, umumnya orang akan bertanya:
“Saham apa yang akan jadi pemenang di masa depan?”



Dengan mengenali hal-hal yang harus dihindari, investor bisa lebih selamat di pasar.



Seperti kata pepatah Buffet yang terkenal yang harus aku ingat adalah:
“Aturan no.1: Jangan pernah kehilangan uang.
Aturan no.2: Jangan pernah lupakan aturan no.1” 

 

📌 Kadang kunci sukses bukanlah menemukan jalan yang paling cerdas, tapi cukup dengan menghindari kebodohan yang jelas berbahaya.